Kamis, 05 Januari 2012

perjalanan kisah kuliah ku


Pertama ku injakkan kaki ku di bumi minang ini, aku merasakan sesuatu yang baru dalam hidupku... yang ada di benakku ialah inilah bumi yang di penuhi dengan orang-orang yang taat beragama... naluriku tuk menuntut ilmu di negeri ini pun semakin meningkat walau yang terbisik di benakku hanyalah “anak minang itu..hebat-hebat”. Berkali-kali aku coba tepis bisikan itu, dengan meyakinkan diriku... aku kesini bukan untuk bersaing akan tetapi untuk mengisi benakku dengan aneka ilmu pengetahuan.
Selang beberapa waktu... aku memasuki kampus Iain imam bonjol padang... yang terbisik oleh hatiku ialah inilah kampus yang terkenal di sumatera di bidang pendidikan agama... lagi-lagi naluriku tuk meneguk ilmu bertambah smangat...
Bulan pun berganti...ternyata aku kuliah di IAIN yang ku duga-duga itu.. aku pun sempat heran... suara hatiku bertanya-tanya kenapa aku dimasukkan ke lokal A, ada apa dengan diriku ?? jawaban itupun ku dapatkan setelah beberapa minggu proses kuliah berjalan.. aku dimasukkan ke lokal itu dikarenakan aku termasuk mahasiswa yang cepat mendaftar ulang kelulusan bukan di karenakan kepintaran...
Di lokal itu... aku merasakan sesuatu yang baru... yakni aku berada dengan putra-putri minang yang ku yakini punya potensi keagamaan dan keilmuan umum yang tidak dangkal...
Bom waktu pembelajaran pun berjalan dengan pasti.. smangat ku membara di satu sisi... tapi di sisi lain smangat ku mengendor.. sempat ku berbicara dengan temanku sekampung dengan ku yang bernama barnabas, dia satu angkatan dengan aku..
Aku: bang, piyo akau amba be asoh nai (bang, kenapa saya merasakan kehampaan) ???
Barnabas: piyo.. apao hal ???
Aku: akau nak pindah kuliah asoh bang (rasanya aku ingin pindah kuliah)!
Barnabas: ha.. apo mpo  nii (ada apa dgn mu) ??
Aku: entahlah.. tekejeut be situn (tiba-tiba aja aku merasakan begitu).
Barnabas: istiqomahlah.. lmah nia mpo (terlalu lemah nyali mu)!!
Entah apa yang melatarbelakangi perkataan ku itu.. satu sisi membuat ku gelap.. satu sisi membuat ku terang... dari hari ke hari ku merenung..melamun.. dan berpikir bagaimana agar sisi yang membuat ku terang itu mampu ku dayakan sehingga aku benderang...mampu bertahan.. dan tak mengenal lelah..
Dari hari kehari.. Ku berjalan dengan sisi terang ku...walaupun sempat membisik sisi  gelap ku.. slalu ku tepis dengan sisi terang ku..
Perkuliahan pun ku jalani.. dengan mengadakan perbaikan penguasaan materi dari hari kehari.. dengan mematahkan halangan yang melintang..yang menjadi mimpi ialah bagaimana ku dapat membawa buah yang baik ke pangkuan ibu bapak ku...
Kisah cinta dalam perkuliahanku
Pada awal perkuliahan tiada terbetik rasa suka pada seseorang.. meskipun wanita di lokal itu beauty-beauty semua.. lagi-lagi langkahku tak tertumpu pada itu.. aku slalu mengatakan pada diriku aku bukan orang tampan yang dapat memikat wanita,, aku lelaki yang tak punya kepercayaan diri untuk itu.,
Hari-hari ku jalani dengan terus memainkan kunci nada-nada belajar., berharap tak menimbulkan lelah di malam.,tak mendatangkan kelalaian di pagi,, aku terus memainkannya dengan serius..konsentrasi.. dan tetap menari di tempat yang ku bisa menari.. hari ku pun mendekati hari evaluasi dalam proses pembelajaran..yang terbetik di hatiku ialah akankah ku meraih nilai yang terbaik.. aku tak tahu itu.. tapi akan ku jalani dengan tak menangis di malam hari..
Pada tahap kedua perkuliahan,, rasa suka ku pada wanita mulai timbul..di malam hari itu slalu menghembus-hembus,.di pagi hari ku slalu terpapah-papah.,di siang hari ku tertatih-tatih.,karena rasa ini blum ku ungkapkan...tapi suara hati ku berbisik hei adi..ngaca dong.. lagi-lagi itu yang terbisik.. hal itu membuat langkahku dilema dalam berjalan di hari-hari..di sudut kiri aku lemah..tapi di sudut kanan.. aku kuat tapi aku meragukan itu., hari-hari ku lewati dengan terus melirik wanita-wanita lokal yang mana sih yang dapat menerima cinta ku dan diri ku apa adanya.. lirikanku pada wanita pertama,,kedua,,dan ketiga,, semuanya terlalu super untuk ku.,,lagi-lagi itu meragukan ku.. hei adi..pasti cinta mu tertolak..wanita secantik itu tinggi klass nya,. Lagi-lagi bisikan ini membuatku lmah.,terkulai.,terbuai dengan nafas asmara..dalam waktu ku melirik.,tiap kali ku bertemu dengan wanita-wanita itu dada ku berdetak dengan detakan tinggi.. darah ku mengalir derass,,lagi-lagi terbisik,,ini aja takut apalagi dah jadian..adi-adi..mentalmu,,mental kerupuk,....
Hhhhhhhuuuuuuuhhhhhhh.. letih itulah yang kurasakan,,,malam-malam yang kulalui dengan cepatnya lmas..pagi-pagi kulalui dengan slalu terlambat,,..tertatih-tatih langkah ini dengan kelelahan yang membuai di raga luarku..pada suatu hari ku melamun,,termenung,,berpikir dengan sangat lama..bahkan aku tak sadar hari itu telah membumbung tinggi..sehingga aku lalai..perencanaan yang telah ku buat pada hari itu gagal total,.,,hal itu membuat ku bengis pada diri ku,,adi-adi... persolan kecil membuatmu menghamburkan waktu dengan sangat lama..perhatikan study mu adiiiiii.....di malam yang heningg ku putuskan bahwa asmaraku takkan ku lanjutkan dengan mengatakan padanya yang ku cinta..dan kusimpulkan wanita yang ku sukai..ku cintai hanya lah satu orang.. inilah yang akan menjadi perhatianku teruss.. tapi aku tak berani mengatakannya.. karena itu bagiku jauh panggang dari apai..dan yang ada di benakku hanyalah pena dan buku..serta hari hura-hura,..
Pada tahap ketiga.,rasa geramku pada hasil-hasil tahap satu dan dua..membuat nyaliku membumbung tinggi..luka itu takkan terulang kembali..yang bersarang ialah inovasi tiada henti..idealis yang kan slalu terpatri..hari-hari kulalui dengan slalu menyebarkan senyuman pada siapapun.. meyingsingkan lengan baju..menghapus pluhh di pipiku..menajamkan pemahamankuu,,yang terpenting bagi ku ialah benakku terisi dengan hal-hal yang segarr. Pada satu hari di tahap tiga ini aku di calonkan oleh teman-temanku menjadi ketua lokal..
hah..kenapa harus aku..
inikan hanya sekadar calon saja, simbat teman-teman ku..
pemilihan pun terjadi yang ku idam-idamkan ialah kekalahan..karena tak mungkin menang..karena aku tak mempunyai pengalaman-pengalaman  memimpin kelompok..lagian pula ilmu kepemimpinan secara teori dan praktek minim sekali di otak kiri ku.. ternyata..Alam berbicara lain..AKU TERPILIH MENJADI KOSMA..perkara yang tak pernah terduga dan kuharapkan sebelumnya..yang aku herankan kenapa aku di percaya sedangkan aku tak percaya..calon-calon yang lain kurasa lebih pantas..karena mereka bermandikan ilmu organisasi..terbalik ini..inilah kata hati ku..dalam sambutan perdanaku di hadapan teman-teman..ku beberkan smua..dan di penghujung sambutan aku mengatakan bola itu ter-opor kepada saya,,maka saya akan membawa semampunya..serta berharap bantuan dari teman-teman smuaa..pada tahap ini yang terpikir oleh ku ialah tugasku selaku mahasiswa ialah belajar,,bekerja sebagai kosma,,serta bekerja sebagai wakil sekretaris hmj bidang bakat dan minat mahasiswa PAI. Asmara ku spontanitas terlupakan..yang terbisik oleh ku ialah aku harus sukses di tiga bidang ini.. detik pun terus berubah..pada suatu malam aku mendapatkan sms dari teman ku yang bernama elisa..yang bunyi sms itu..
adi..aku kecewa bila engkau dekat dengan wanita lainn..
haa...apa lah ini.. mimpi kali ni orang..itulah sahut hati ku..
keesokan harinya aku tanyakan
Apao kakato malamh tau (apa yang kau katakan malam tadi).,
dijawabnya adeulah rahasioau (ada aja rahasiaa).,
heran aku..tak berhenti aku herann..kulupakan itu semua..bulan pun bergantii..elisa kembali mengsms ku..kali ini smsnya berbeda dari yang biasanya..
adi..alem lokal kitao adeu yang ktan nilik au (adi..ada seseorang yang suka padamu)..
hah..sapo sa (siapa sa) ? ..
ada Dehh.. Rahasia..
huh.. ini anak merusak kosentrasi aja..ini lah kata yang terucap dari mulutku..hari-hari terus ku tanyai namun elisa enggan memberikan jawaban..ya..aku pun tak bisa memaksa..karena itu adalah asasinya..waktu ku slalu di temani dengan buku dan pena..sehingga sempat aku mengatakan pena...buku...
I LOVE YOU..forever..
terdengar oleh ku jawaban pena dan bukuku I LOVE YOU TOO adii..
Pada suatu malam menjelang tidurr aku berpikir yang seperti tak biasanya..aku mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh saudari ku elisa.. sudut kiri berbisik...
adii ini kesempatan untuk mu..paksa elisa untuk mengatakannya..walaupun wanita itu bukan wanita yang engkau ingini..setidak – tidaknya engkau tau..seperti apa sih wanita yang menyukaimu..
mengelus-ngelus nafasku..tak sabar lagi menunggu waktu esok.. fajar pun mulai terbitt..mentari pun mulai menguning emass..langkahku pun mulai semangat untuk mengetahui siapa sih diaa dan aku pun bertemu dengan elisa..
Aku: sa,.,sa.,, siko leu (sa kesini sebentar)!!
Elisa: piyo nai (ada apa)??
Aku : katao lah sapo yang ktan nilik akau tau..(katakan siapa yang naksir) !!
Elisa: heh.. rahasio (rahasia)..
Huh...betapa sulitnya mencari informasi pada sosok intelijen seperti saudariku elisa safitri..hari demi hari..slalu ku bertanya itu pada elisa..tapi kinerja ku slalu ku perhatikan.. pada suatu hari elisa kutanyai.. hari itu adalah hari jum’at..aku memakai baju biru..sambil jalan pulang bersama dengan elisa..spontanitas elisa menjawab orang yang suka dengan mu ialah yang memakai baju sewarna dengan mu...
Aku : hah.. a..deak mungkin deak,, au ngamba akau (ini tak mungkin... engkau meremehkan aku elisa)..
Elisa: piyao lo deak cayo lah (kenapa engkau tak percaya)??
Aku: iao..sosok se iluk itu.. semanih ituhh.. deak mungkin..(sosok yang cantik dan semanis itu)..deak mungkin..
Di persimpangan jalan (simpang kampus) elisa mengatakan,,aku mengatakan yang sejujurnya..engkau tak percaya ya sudah..
Dengan pnuh kosentrasi aku menyebrangi jalan dan memasuki angkot... di angkot aku yang terpikir oleh ku adalah kerja ku berikutnya.. dan perkataan elisa menjadi bahan pertimbangan bagiku... sesampainya di rumah.. aku bersiap-siap untuk sholat jum’at,, sehabiss sholat jum’at aku makan siang,, setelah itu menbaca sekitar lima lembar dengan kosentrasi tinggi... selepas membaca akau menganalisis perkataan elisa...ku  timbang dan ku timbang.. saraf ku berbisik..
adii..jika betul dia orang nya..berarti engkau adalah orang yang terbahagia dia berarti punya perasaan sama dengan engkau adii..
wow... mimpi ku akan terwujud itu lah yang ku katakan..hati ku memberi peringatan pelajari informasi dari elisa tersebut dan bepikirlah sebelum berbuat.. dengan kebulatan tekad ku susun instrumen-instrumen untuk mempelajari informasi yang disampaikan oleh elisa,,hariku pun berganti..rasa ku membumbung tinggi..jauh melayang..panah asmara kiat mendekat..aku pun mengeluarkan potensi untuk dapat mengimbanginya bahkan melejitkan azas dasar ku.. tepatnya siang kamis..di kantin tarbiyah bersama PA ku bapak Prof. Dr. H. Ramayulis sambil ngobrol-ngobrol..beliau menawarakan makan siang..
 prof: kamu pasti belum makan !! yok kita makan..
Aku: makasih pak.. sudah makan saya tadi pak..
Prof: buk..nasi dua buk yang satu ikan sambalnya..yang satu ayam sambalnya..ikan untuk saya..ayam untuk anak saya..sambil jari beliau menunjuk saya..
Aku: saya tertegun malu..yang di benakku ialah inilah kehebatan seorang profesor yang mampu mengetahui isi kepala dan perut seorang peserta didiknya...subhanallah...
Dan pelayan kantin pun menyuguhkan kami dengan menghidangkan ala kantin tersebut..
Prof: mari....
Aku: ya pak...
Ingin ku berbicara..tapi ku tak mampu.. yang terbisit ialah ntarrr salah lagi...beliau pun ku menikmati hidangan yang di suguhkan... selepas makan beliau bertanya dan mengatakan
Prof: semester berapa ?
Aku: semesster tiga pak..
Prof: oh ya ya .. lupa saya..
Aku: tersenyum sambil menunduk
Prof: konsentrasi lah dalam belajar.. berikan perhatian penuh,,
Aku: ia pak..
Tak lama setelah itu beliau permisi keluar
Prof: dah ya .. bapak duluan..ada pekerjaan yang harus bapak selesaikan..
Aku: ya pak.. terima kasih banyak pak..
Prof: ya sama-sama..
Dan aku masih duduk di kursi kantin itu sambil mengucapkan Alhamdulillahirabbilalamin..ya Allah panjangkan lah umur (pa) ku itu.. amiin.. dan aku sempat mencerdasi perkataan beliau..dengan penghayatan yang sangat lama.. selang beberapa waktu aku mengeluarkan hp ingin meng sms elisa..dan diriku mengatakan pada diriku engkau mampu untuk itu... kata-kataku dalam sms ku..
Aku: sa..katakan dengan leli akau mencintainya...!!
Elisa: pikir-pikirkan dulu...
Aku: sa..semuanya sudah ku pertimbangkan..dan ku pikirkan aku siap berisiko..dalam arti kata antisipasi,kontrol diri, sudah siap
Elisa: ia lah..terima respon darinya..
Aku: oke..friend..
Otakku berkata.. jika aku diterima inilah cinta pertamaku dan terakhirku.. dari kantin aku menuju ke bang nagari..sesampainya di bank aku di sms oleh elisa..
Elisa: adi.. engkau ingin langsung pacaran atau sekadar tau perasaan be duleu...
Aku: hati ku berbisik..aku blum pernah pacaran,, aku tak tau dengan strategi pacaran..hampir saja.. untung elisa bertanya..aku katakan denga  elisa.. sekadar tau perasaan saja dulu..
Elisa: io lah...
Selang beberapa menit sms elisa masuk kembali..
Elisa : adi..nyo tak tau harus berbuat apo.. tapi nyo berharap au dapat menjadi motivator nyo..
Aku: nyo terima apa ngak cinta akau..?? nyo cinta deak dengan akau,,??
Elisa: he..eheh eh.. iao saraheu..
Aku: akau siap jadi motivator..kapanpun juga...tapi bukan pacaran kan??
Elisa: iyao-iyao...
Aku tak berani pacaran karena aku belum tahu srtategi pacaran...
Sore pun datang.. aku memberanikan diri untuk meng sms leli.. intinya..
Aku: mohon maaf li... jika saya harus mengungkapkan perasaan saya pada li...
Selang beberapa detik smsku di balas..
Leli: ma nga lo adi minta maaf.. wajar.. sebagai manusia kita merasakan hal itu..
Aku: alhamdulillahirabbilalaminn..
Huh.........................malam dah pergi.. pagipun datang kembali...
Trrrrrrrrrrrrrrr. Hp ku berbunyi..wow.. terkejut diriku aku menerima sms dari leli..subhanallah....
Leli: adi.. li nio nanyo ia bana prasaan adi yang diungkap kan oleh lisa tu..??
Aku: ia bana li...adi mencintai li lillahita’ala..
Leli: io adi.. makasih ya..li ingin tau dari adi yang sebenarnya..
Aku: ia li.. sama-sama..
Terbanam dan terbit nya matahari jemariku rajin.. memberikan sms untuk leli.. hubungan komunikasi berjalan dengan baik..pada suatu malam aku berpikir..
 pekerjaan ku ini sama dengan pekerjaan pacaran..apa bedanya sih ???
Komunikasipun berjalan dengan baik.. naluriku mulai menanyakan berkali-kali dalam komunikasi tersebut.. leli memposisikan aku sebagai apa sih.....tapi leli... enggan memberikan jawaban spontan.. huh................ langkah ku mulai terbata....konflik kecil mulai terjadi....praduga pun... bersarangg....seiring berjalannya waktu aku bertanya... namun aku belum di kuatkan oleh leli... huh...perih berbalut kesal... komunikasi pun berjalan dengan baik...pada satu malam....aku kembali bertanya... malam ini adalah malam yang tak biasanya... leli memberikan jawaban yang meyakinkan dan menguatkan ia memposisikan aku sebagai pacarnya..... subhanallahwalhamdulillah... untuk kedepan nya ku berharap semua berjalan dengan baik... dan indah... ku berharap slamanya....
Setelah kujalani proses.........
Ketaktentuan cuaca.....bergantinya hari.......bertukarnya detik..........harapan itu kandas di tengaah jalan...aku meragukan kesetiaannya...aku menyangka ada motiff yang terselubung..dan ianya pun begitu terhadapku.... selama berkomunikasi kesan yang ku tangkap darinya ialah..ia kurang memberikan perhatian..cenderung perhatian itu hanya dariku...ketika ku mengajaknya untuk bertukar pikiran ia selalu mengatakan indak tau li doo.......
Sudut kanan ku berbisik........
Adiiii..........apakah ini yang dikatakan pacaran...yang tak mau membagi kecuali stimulus dari mu duluuu.........
Terhempas terusssss rasa ini....... dikarenakan ulahnya......
Dan juga dalam hari perkuliahan..perasaan ku sring terganggu.....benakku tak mampu berkosentrasi......angganku memuncak.........yang terbisik di telingaku;
Lepassskanlah.... ia... rasa mu hancur adiiiiiiiiii.................luruskan lagi langkahmu....perhatiakan buku-bukumu...
Akan tetapi aku slaluu menjalin komunikasi dengannyaaaaa........
Hhhhhhaaaaaaaaaaaahhhhhhh.........kata inilah yang keluar dari semua organ jasmani dan rohaniku................disela itu aku memanjatkan do’a
Yaaaaaaaaaa rabbbbb,,,bantu aku hambamu.........keluarkan aku dari lingkaran syaitan....
Kuberjalan dengan pluhhhhhhh yang slalu mencucur di pipiku......berharap masa itu terkubur di bumi yang ke tujuh.....
Kini........ aku haruss memudarkan langkah ku dengannyaaa... tapi aku tak terniat untuk meninggalkannya....pusat pikir dan rasaku ialah ilmukuuuuuuuuu...............
Merangkaikan lagi rantai-rantai yang menghubungkan aku dengan ilmu..menegapkan lagi jasmani dan rohaniku untuk menggapai citaku yang pernah ku impikan dalam mimpi yang sempurnaaa....
Jika satu saat langkah ku ini...tak mampu diterima olehnya...ia pergi darikuu.... aku pun harussss perggi darinya dengan bahan-bahan yang tlah ku persiapkan sebelumnya....
Melupakan masa lalu.........merelakan nafasku...untuk mencari warna yang baru..ke arah kesejahteraan raga dan batinku....
Biarlahhhhh orang mengatakan ku tak mampuuuu,,mengatakan ku lemahhhhh....tapi bagiku..ini bukanlah yang terbaik bagi ku.......biarkan mereka bersuara akukan tetap pada langkahku......... memainkan dawai-dawai nada duniaaaaaaaa dengan tak mengenal lelah...mengenal letihhhh.... berlari sekencang-kencangnya..menuju pengukiran sejarah baruu yang berbekas pada dunia.............
  Slamat tinggal masa lalukuuu............ selamat datang masa depankuuuuuuuu
Ya....rabbbbbbbbb bantu aku untuk menjadi khalifah di bumi mu yang terbaik di setiap lini kehidupan......
Ibuuuu......ku harap engkau bersabar menunggu nama ku di situuu....
Ayahhh...........ku harap engkau bersabar menunggu ukiran tanganku..........
Adik-adikkuuuuuuu tunggu uwooo dengan kerinduan dan uwoo akan menghadirkan berlian.yang tak mengecewakan padamu adik-adikku.....
   
                   By: Supian Hadi......
 

mekanisme supervisi


PEMBAHASAN  I
MEKANISME SUPERVISI  

A.    SUPERVISI KEPALA SEKOLAH

1.      Pengertian Supervisi Kepala Sekolah
Dalam kaitannya dengan supervisi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah, pengertian supervisi adalah “suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif” (Purwanto, 2003:32). Menurut Jones dalam buku Mulyasa (2003:155), supervisi merupakan “bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan tugas-tugas utama pendidikan”. Menurut Carter, supervisi adalah :
“Usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimuli, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.” (Sahertian, 2000:17)[1]
Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi/syarat-syarat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Dari definisi tersebut maka tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa dia hendaknya pandai meneliti, mencari, dan menentukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan-tujuan pendidikan di sekolah itu semaksimal mungkin dapat tercapai.
Jadi supervisi kepala sekolah merupakan upaya seorang kepala sekolah dalam pembinaan guru agar guru dapat meningkatkan kualitas mengajarnya dengan melalui langkah-langkah perencanaan, penampilan mengajar yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa.
2.      Karakteristik Supervisi

Menurut Mulyasa (2004:112) Salah satu supervisi akademik yang populer adalah supervisi klinis, yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.       Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah), sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga kependidikan.
b.      Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala
sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.
c.       Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.
d.      Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan
interpretasi guru.
e.       Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka, dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan.
f.       Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap, yaitu pertemuan awal,
pengamatan, dan umpan balik.
g.      Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor
terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan.
h.      Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi klinis lebih berorientasi kepada penemuan masalah secara obyektif. Masalah tersebut bukan untuk menekan bawahan,akan tetapi untuk dianalisis dan dilakukan pemecahan masalah (problem solving) secara bersama-sama.


3.      Faktor yang Mempengaruhi Berhasil Tidaknya Supervisi
                       Menurut Purwanto (2004:118) ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya supervisi atau cepat-lambatnya hasil supervisi antara lain:
a.       Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada. Apakah sekolah itu di kota besar, di kota kecil, atau pelosok. Di lingkungan masyarakat orang-orang kaya atau di lingkungan orang-orang yang pada umumnya kurang mampu. Di lingkungan masyarakat intelek, pedagang, atau petani dan lain-lain.
b.      Besar-kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Apakah sekolah itu merupakan kompleks sekolah yang besar, banyak jumlah guru dan muridnya, memiliki halaman dan tanah yang luas, atau sebaliknya.
c.       Tingkatan dan jenis sekolah. Apakah sekolah yang di pimpin itu SD atau
sekolah lanjutan, SLTP, SMU atau SMK dan sebagainya semuanya
memerlukan sikap dan sifat supervisi tertentu.
d.      Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia. Apakah guru-guru di sekolah itu pada umumnya sudah berwenang, bagaimana kehidupan sosial-ekonomi, hasrat kemampuannya, dan sebagainya.
e.       Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri. Di antara faktor-faktor
yang lain, yang terakhir ini adalah yang terpenting. Bagaimanapun baiknya
situasi dan kondisi yang tersedia, jika kepala sekolah itu sendiri tidak
mempunyai kecakapan dan keahlian yang diperlukan, semuanya itu tidak akan ada artinya. Sebaliknya, adanya kecakapan dan keahlian yang dimiliki oleh kepala sekolah, segala kekurangan yang ada akan menjadi perangsang yang mendorongnya untuk selalu berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya.

4.      Fungsi Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

Kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah
sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain :
a.       Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam
menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
b.      Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah
termasuk media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan
keberhasilan proses belajar-mengajar.
c.       Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan
metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku.
d.      Membina kerja sama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya.
e.       Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai
sekolah, antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok,
menyediakan perpustakaan sekolah, dan atau mengirim mereka untuk
mengikuti penataran-penataran, seminar, sesuai dengan bidangnya masing-
masing.
f.       Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau komite
sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa.

5.      Teknik-Teknik Supervisi

Menurut Purwanto (2004:120-122), “secara garis besar cara atau tehnik supervisi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu teknik perseorangan dan teknik kelompok”.

a.       Teknik perseorangan
Yang dimaksud dengan teknik perseorangan ialah supervisi yang
dilakukan secara perseorangan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan
antara lain :
1.      Mengadakan kunjungan kelas (classroom visition)
Kunjungan kelas ialah kunjungan sewaktu- waktu yang dilakukan oleh seorang supervisor (kepala sekolah) untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar, apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki.
2.      Mengadakan kunjungan observasi (observation visits)
Guru-guru dari suatu sekolah sengaja ditugaskan untuk
melihat/mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-
cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Misalnya cara menggunakan alat atau media yang baru, seperti audio-visual aids, cara mengajar dengan metode tertentu, seperti misalnya sosiodrama, problem solving, diskusi panel, fish bowl, metode penemuan (discovery), dan sebagainya.
3.      Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa. Banyak masalah yang dialami guru dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar siswa. Misalnya siswa yang lamban dalam belajar, tidak dapat memusatkan perhatian, siswa yang nakal, siswa yang mengalami perasaan rendah diri dan kurang dapat bergaul dengan teman-temannya. Masalah-masalah yang sering timbul di dalam kelas yang disebabkan oleh siswa itu sendiri lebih baik dipecahkan atau diatasi oleh guru kelas itu
sendiri daripada diserahkan kepada guru bimbingan atau konselor yang
mungkin akan memakan waktu yang lebih lama untuk mengatasinya.
4.      Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan
pelaksanaan kurikulum sekolah. Antara lain :
a.       Menyusun program catur wulan atau program semester;
b.      Menyusun atau membuat rencana pelaksanaan pembelajaran;
c.       Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas;
d.      Melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran;
e.       Menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar;
f.       Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler, study tour, dan sebagainya.

b.      Teknik kelompok
Ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain :
a.       Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings)
Seorang kepala sekolah yang baik umumnya menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusunnya. Termasuk didalam perencanaan itu antara lain mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru.
b.      Mengadakan diskusi kelompok (group discussions)
Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Kelompok-kelompok yang telah terbentuk itu diprogramkan untuk mengadakan pertemuan/diskusi guna membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan usaha pengembangan dan peranan proses belajar-mengajar.
c.       Mengadakan penataran-penataran (inservice-training)
Teknik supervisi kelompok yang dilakukan melalui penataran-
penataran sudah banyak dilakukan. Misalnya penataran untuk guru-guru
bidang studi tertentu, penataran tentang metodologi pengajaran, dan
penataran tentang administrasi pendidikan. Mengingat bahwa penataran-penataran tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran, agar dapat dipraktekkan oleh guru-guru.  Menurut Gwynn, dalam Bafadal (2004:48-50), “Teknik supervisi
digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu teknik perorangan dan teknik kelompok”. Teknik supervisi individual meliputi :
a.  kunjungan kelas;
b. percakapan pribadi;
c.  kunjungan antarkelas;
d.                     penilaian sendiri.
                       Sedang teknik supervisi kelompok meliputi :
a.   kepanitiaan;
b.  kursus;
c.   laboratorium kelompok;
d.                    bacaan terpimpin;
e.   demonstrasi pembelajaran;
f.   perjalanan staf;
g.  diskusi panel;
h.  perpustakaan profesional;
i.    organisasi profesional;
j.    bulletin supervisi;
k.  sertifikasi guru;
l.    tugas belajar;
m.  pertemuan guru
Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa supervisi kepala sekolah adalah proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. Adapun teknik yang biasa digunakan adalah kunjungan kelas, pertemuan baik formal maupun informal serta melibatkan guru lain yang dianggap berhasil dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa teknik yang biasa digunakan kepala sekolah dalam mensupervisi gurunya : kunjungan kelas, semangat kerja guru, pemahaman tentang kurikulum, pengembangan metode dan evaluasi, rapat-rapat pembinaan, dan kegiatan rutin di luar mengajar.
B.     KARAKTERISTIK SUPERVISOR

1.      Supervisi terhadap profesi mengajar
Tugas kepala sekolah sebagai supervisor ialah membantu guru-guru memperbaiki situasi belajar mengajar dalam arti luas. Salah satu tugas dalam rangka meningkatkan mutu pelajaran di sekolah ialah mengembangkan dan menganalisa kurikulum yang diterapkan di sekolah. Dalam rangka menganalisa kurikulum sekolah tugas kepala sekolah ialah membantu guru meningkatkan profesi mengajar.
2.      Membantu guru dalam memahami strategi belajar mengajar
Dalam memilih strategi belajar mengajar kita dapat bertolak dari suatu titik yang menjadi ukuran atau kriteria tertentu;
a.       Strategi yang berorientasi pada tujuan. Tujuan ini biasnya adalah aspek tingkah laku yang diharapkan. Jadi ukurannya ialah tingkah laku apa yang diharapkan setelah siswa memperoleh pengalaman belajar.
b.      Strategi yang berorientasi pada siswa. Kalau yang menjadi ukuran adalah siswa, maka strategi yang digunakan adalah untuk memenuhi kebutuhan siswa, sesuai dengan minat siswa dan sesuai denga tingkat kemampuan siswa.
c.       Strategi yang berorientasi pada materi; bilamana materi pelajaran yang kita utamakan, maka strategi yang digunakan adalah mengutamakan mata pelajaran.
3.      Membantu guru dalam cara merumuskan tujuan pengajaran
Secara ringkas taxonomy tujuan pendidikan itu mencakup 3 matra atau kawasan, atau ranah atau domain.
a.       Ranah kognitif
b.      Ranah psykhomotorik
c.       Ranah afektif  
4.      Membantu guru dalam cara merumuskan pengalaman belajar (learning experience)
Belajar adalah mengalami perubahan tingkah laku, karena memperoleh pengalaman baru. Yang dimaksud dengan pengalaman belajar adalah sesuatu peristiwa yang dialami oleh siswa di dalam proses belajar mengajar. Melalui pengalaman belajar anak memperoleh pengertian, sikap, penghargaan, kebiasaan, kecakapan/kemampuan dan lain-lain
5.      Membantu guru dalam cara merumuskan keaktifan belajar
Keaktifan belajar itu diperoleh melalui penginderaan dan pengamatan serta fungsi-fungsi jiwa yan lain. Jadi keaktifan belajar melalui fungsi-fungsi jiwa. Misalnya: kegiatan pengamatan, pendengaran, perasaan, berbicara, dan kegiatan mental. [2]
6.      Membantu guru dalam meningkatkan ketrampilan dasar mengajar
Dalam bagian ini akan dibahas beberapa ketrampilan dasar mengajar seperti
a.       Ketrampilan memulai dan mengakhiri pelajaran
b.      Ketrampilan menjelaskan
c.       Ketrampilan bertanya
d.      Ketrampilan dalam memberi penguatan
e.       Ketrampilan dalam mengadakan variasi
f.       Ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil
g.      Ketrampilan mengelola kelas.

PEMBAHASAN  II
SUPERVISI PENGEMBANGAN

A.    PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI

1.      Model Konvensional

Model ini tidak lain dari refleksi dari kondisi masyarakat pada suatu saat. Pada saat kekuasaan yang otoriter dan feudal, akan berpengaruh pada sikap pemimpin yang otokrat dan korektif. Pemimpin cenderung untuk mencari-cari kesalahan. Perilaku supervisi ialah mengadakan inspeksi untuk mencari kesalahan dan menemukan kesalahan. Kadang-kadang bersifat mematai-matai. Sering disebut supervisi yang korektif. Memang sangat mudah untuk mengoreksi kesalahan orang lain, tetapi lebih sulit lagi untuk melihat-lihat segi positif dalam hubungan dengan hal-hal yang baik. Pekerjaan seorang supervisor yang bermaksud hanya untuk mencari kesalahan adalah suatu permulaan yang tidak berhasil (Briggs 1984). Mencari-cari kesalahan dalam membimbing sangat bertentangan dengan prinsip dan tujaun supervisi pendidikan. Akibatnya guru-guru merasa tidak puas dan ada dua sikap yang tampak dalam kinerja guru:
a.       Acuh tak acuh
b.      Menantang (agresif)
Praktek mencari kesalahan dan menekan bawahan ini masih tampak sampai saat  ini. Para pengawas datang ke sekolah dan menanyakan mana satuan pelajaran. Ini salah dan seharusnya begini. Praktek-praktek supervise seperti ini adalah cara memberi supervise yang konvensional. Ini bukan berarti bahwa tidak boleh menunjukkan kesalahan. Masalahnya ialah bagaimana cara kita mengkomunikasikan apa yang dimaksudkan sehingga para guru menyadari bahwa dia harus memperbaiki kesalahan. Para guru akan dengan senang hati melihat dan menerima bahwa ada yang harus diperbaiki. Caranya harus taktis pedegogis atau dengan perkataan lain, memakai bahasa penerimaan bukan bahasa penolakan (Thomas Gordon, 1988).[3]

2.      Model Ilmiah 

Supervisi yang bersifat ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Dilaksanakan secara terencana dan kontinu
b.      Sistematis dan menggunakan prosedur serta teknik tertentu
c.       Menggunakan instrumen pengumpulan data
d.      Ada data yang objektif yang diperoleh dari keadaan yang riil.
Dengan mengunakan merit rating, skala penilaian atau chek-list lalu para siswa atau mahasiswa menilai proses kegiatan belajar-mengajar guru/dosen di kelas. Hasil penelitian diberikan kepada guru-guru sebagai balikan terhadap penampilan mengajar guru pada cawu atau semester lalu. Data ini tidak berbicara kepada guru dan guru yang mengadakan perbaikan. Penggunaan alat perekam data ini berhubungan erat dengan penelitian. Walaupun demikian, hasil perekam data secara ilmiah belum merupakan jaminan untuk melaksanakan supervisi yang lebih manusiawi.  
3.      Model Klinis

1.      Prinsip-prinsip supervisi klinis
a.       Supervisi klinis yang dilaksanakan harus berdasarkan inisiatif dari para guru terlebih dahulu. Perilaku supervisor harus sedemikian taktis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor
b.      Ciptakan hubungan manusiawi yang bersifat interaktif dan rasa kesejawatan
c.       Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas mengemukakan apa yang dialaminya. Supervisor berusaha untuk apa yang diharapkan oleh guru
d.      Objek kajian adalah kebutuhan professional guru yang riil yang mereka sunguh alami
e.       Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki
2.      Langkah-langkah dalam pelaksanaan supervisi klinis
Langkah-langkah dalam supervisi klinis dalam tiga tahap pelaksanaan sebagai berikut:

a.       Pertemuan awal
b.      Observasi
c.       Pertemuan akhir

Perlu dijelaskan apa yang seharusnya dikerjakan oleh supervisor dan apa yang harus dikerjakan oleh guru.
a.       Tahap awal supervisi klinis
Dalam percakapan awal, seorang guru mengeluh, bahwa pada saat dia mengajar ada 3 orang siswa yang selalu mengganggu ketertiban di kelas. Guru sudah berusaha memperbaiki tapi ketiga siswa itu tetap membandel. Melalui percakapan awal ini guru mengharapkan agar supervisor sendiri melihat situasi pada saat dia mengajar. Dan guru sudah melakukan, supervisor setuju untuk mengikuti guru waktu mengajar.
b.      Observasi

4.      Model Artistik

Dalam bukunya Supervision Of Teaching, sergiovanni Th.J. menyamakan beberapa ciri yang khas tentang model supervisi yang artistik, antara lain:
a.       Supervisi yang artistik memerlukan perhatian agar lebih banyak mendengarkan  daripada banyak bicara.
b.      Supervisi artistik memerlukan tingkat pengetahuan yang cukup atau keahlian khusus, untuk memahami apa yang dibutuhkan seseorang yang sesuai dengan harapannya
c.       Supervisi yang artistik  sangat mengutamakan sumbangan yang unik dari guru-guru dalam rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda
d.      Model artistik terhadap supervisi, menuntut untuk memberi perhatian lebih banyak terhadap proses kehidupan kelas dan proses itu diobservasi sepanjang waktu tertentu, sehingga diperoleh peristiwa-peristiwa yang signifikan yang dapat ditempatkan dalam konteks waktu tertentu
e.       Model artistik terhadap supervisi memerlukan laporan yang menunjukkan bahwa dialog antara supervisor yang disupervisi dilaksanakan atas dasar kepemimpinan yang dilakukan oleh kedua belah pihak
f.       Model artistik terhadap supervisi memerlukan suatu kemampuan berbahasa dalam cara mengungkapkan apa yang dimiliki terhadap orang lain yang dapat membuat orang lain dapat menangkap dengan jelas cirri ekspresi yang diungkapkan itu
g.      Model artistik terhadap supervisi memerlukan kemampuan untuk menafsir makna dari peristiwa yang diungkapkan, sehingga orang lain memperoleh pengalaman dan membuat mereka mengappreciate yang dipelajarinya
h.      Model artistik terhadap supervisi menunjukkan fakta bahwa supervisi yang bersifat individual, dengan kekhasannya, sensitivitas dan pengalaman merupakan instrumen yang utama yang digunakan di mana situasi pendidikan itu diterima danbermakna bagi orang yang disupervisi.
   
B.     USAHA-USAHA KE ARAH PERBAIKAN KUALITAS MENGAJAR


1.      Bidang Pre-Service Education

Yang dimaksud dengan pre-service education ialah mengadakan layanan pendidikan guru kepada mereka yang belum pernah jadi guru. Lembaga pendidikan guru bertugas mempersiapkan para lulusan untuk menjadi guru.

2.      Bidang Pembinaan Dan Peningkatan Di Bidang In-Service Education

In-service education education adalah layanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan guru, bagi mereka yang sudah mempunyai jabatan.
Bagi mereka yang sudah menjadi guru dilaksanakan pelayanan terhadap tenaga kependidikan. Usaha yang sedang dilaksanakan meliputi :
a.       Usaha mempercepet pengangkatan dan penempatan
b.      Usaha perlindungan jabatan melalui jaminan hokum terhadap jabatan
c.       Pertumbuhan dalam profesi, dan pembinaan yang meliputi:
1.      Latihan dalam jabatan (in-service training)
2.      Pendidikan lanjutan
3.      Organisasi profesi
4.      Intensif untuk tugas di daerah tertentu

3.      Usaha Pengembangan Yang Berhubungan Dengan On-Service Education

On service education adalah layanan yang diberikan kepada guru untuk bidang studi tertentu di tempat mereka belajar, baik secara individual maupun kelompok dalam bentuk pusat-pusat kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kegiatan ini telah dilaksanakan berupa usaha pembinaan dan peningkatan mutu guru. Guru-guru satu bidang studi dalam beberapa sekolah bertemu di sebuah sekolah yang dijadikan pusat pembahasan (sanggar kerja) atau kelompok kerja guru.

Sudah disediakan model-model sajian pelajaran yang akan disajikan. Pada saat tertentu ada yang mendemonstrasikan cara-cara mengajar dan setelah itu didiskusikan bersama atau saling bertukar pendapat.

Dengan cara demikian guru akan mengalami pertumbuhan dalam jabatan mengajar. Atau dengan kata lain guru dibina dan ditingkatkan kearah profesionalisasi.   

C.    BANTUAN SUPERVISOR TERHADAP GURU DALAM PEMBENTUKAN SCHOLL PUBLIC RELATION


1.      Alasan Diadakan School Public Relation

Scholl public relation (hubungan sekolah dengan masyarakat) perlu diadakan karena:
a.       Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk masyarakat, sehingga sekolah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mayarakat
b.      Agar sekolah memahami kebutuhan masyarakat, maka ia harus terjun ke masyarakat
c.       Dalam melaksanakan tugasnya, sekolah mendapatkan bantuan dari masyarakat

Padangan filosofis tentang hubungan sekolah denga masyarakat, menutrut ngalim purwanto yaitu:
a.       Sekolah adalah bagian yang integral dalam masyarakat
b.      Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada mesyarakat
c.       Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota masyarakat dalam bidang pendidikan
d.      Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkolerasi dan keduanya saling membutuhkan
e.       Masyarakat adalah pemilik sekolah dan sekolah ada karena masyarakat membutuhkannya    

2.      Tujuan School Public Relation

Dengan adanya scholl public relation, diharapkan agar:
a.       Sekolah mampu mencetak tenaga yang benar-benar berbobot, baik pengetahuan, sikap maupun keterampilannya
b.      Tenaga yang dihasilkan sekolah mampu memperbaiki perikehidupan masyarakat
c.       Sekolah harus meneliti keadaan masyarakat, sehingga mendiagnosa problematika masyarakat dan mencari pemecahannya
d.      Output pendidikan di sekolah janganlah membebani masyarakat  

Pandangan filosofis tentang hubungan sekolah dengan masyarakat menurut ngalim purwanto yaitu :[4]
a.       Sekolah adalah bagian yang integral sdalam masyarakat
b.      Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat
c.       Sekolah adalah lembaga social yang berfungsi untuk melayani anggota masyarakat dlam bidang pendidikan
d.      Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkolerasi dan keduanya saling membutuhkan
e.       Masyarakat adalah pemilik sekolah dan sekolah ada karena masyarakat membutuhkannya

3.      Prinsip Dan Metode Scholl Public Relation

a.       Mengetahui apa yang kamu ketahui
b.      Laksanakan pendidikan dengan baik dan bersahabat dengan masyarakat
c.       Sekolah hendaknya mengetahui keadaan masyarakat disekitarnya baik sifat, problema, maupun sumber-sumber yang ada dalam masyarakat itu
d.      Mengadakan penelitian terhadap masyarakat di daerah itu
e.       Mempelajari masyarakat dengan dokumentasi
f.       Menjadi anggota organisasi dalam masyarakat
g.      Mengadakan kunjungan ke rumah orang tua murid
h.      Melayani masyarakat di sekitar sekoolah, seperti denga menyediakan perpustakaan untuk masyarakat, dan sebagainya
i.        Memeperluas partisipasi masyarakat dalam menghadapi hubungan sekolah dengan masyarakat
j.        Membentuk organisasi kerjasama sekolah dengan masyarakat
k.      Mendorong masyarakat untuk ikut serta memelihara sekolah


DAFTAR KEPUSTAKAAN
A.    Sahertian, Piet. Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1990
_______________ . Konsep Dasar dan Teknik Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta, 2000
Purwanto, Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004










[2] Piet, A Sahertian dkk, Supervisi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990) h. 95
[3] Piet, A. Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi,  (Jakarta: Rineka Cipta, 2000) h. 35
[4] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004) h. 188